Kamis, 05 Juli 2012

Ketua DPR : Nabi Muhammad SAW Teladan Bagi Para Guru

Rabu, 14 Maret 2012 22:57 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan guru yang baik adalah guru yang bisa memberikan inspirasi kepada muridnya. Kalau ada guru yang ditakuti dan jadi momok siswa, menurut Marzuki Alie, itu bukan guru namanya. Hal tersebut disampaikan Marzuki Alie saat menerima 306 murid kelas XI SMA Taruna Nusantara, Magelang, di gedung Nusantara, Senayan Jakarta, Rabu (14/3).

Dikatakannya, hingga kini salah satu tokoh dan pemimpin dunia yang pantas untuk dijadikan sumber inspirasi adalah Nabi Besar Muhammad SAW. "Pada diri Beliau melekat salah satu syarat jadi untuk dijadikan sebagai sumber inspirasi yakni Al Amin atau orang sangat bisa dipercaya karena kejujurannya," kata Marzuki.

Salah satu karya dan sejarah besar yang diukir oleh Rasulullah pada zamannya adalah melahirkan Piagam Madinah. "Sejarah mencatat Piagam Madinah merupakan konstruksi dasar dunia dalam menegakkan persamaan hak hidup dan penghapusan diskriminasi di muka bumi," tegasnya.

Oleh karena itu, kepada seluruh siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara, Ketua DPR berharap kiranya bisa menjadikan sifat-sifat Rasulullah sebagai teladan. "Jangan dihafal saja tapi diimplementasikan secara optimal dan sungguh-sungguh," pesan Marzuki Alie.

Dikatakannya, salah satu sulitnya bangsa keluar dari berbagai masalah, lebih disebabkan karena bangsa ini kehilangan suri teladan yang dapat untuk dicontoh. Ini adalah masalah bangsa. Dewasa ini, lanjut dia, kalau ada pemimpin yang jujur langsung dimusuhi. Mestinya orang jujur dan dapat dipercaya itu harus dijadikan sebagai sumber inspirasi.

pendidikan islam

Institusi pendidikan dalam Islam

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: pandu arah, cari
Pendidikan menurut Islam mempunyai kedudukan yang tinggi. Ini dibuktikan dengan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang menyuruh bagainda membaca dalam keadaan beliau yang ummi [1]. Di samping itu, wahyu ini juga mengandungi suruhan belajar mengenali Allah s.w.t., memahami fenomena alam serta mengenali diri yang merangkumi prinsip-prinsip aqidah, ilmu dan amal. Ketiga-tiga prinsip ini merupakan teras kepada falsafah pendidikan Islam [2].
Definisi pendidikan juga kerapkali menampakkan perbezaan dalam penekanan dan konsepnya di kalangan sarjana Barat. Ahli falsafah Amerika, John Dewey menyatakan bahawa pendidikan adalah “The process of forming fundamental dispositions, intellectual and emotional forwards nature and fellow men.” [3]
Prof. H. Hone pula berpendapat: “Education is the eternal process of superior adjustment of the physically developed, free conscious, human beings to God as manifested in the intellectual, emotional and relational environment of men.”